Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berjalan bersama Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud (kedua kanan) setibanya di Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Kerajaan Arab Saudi, 11 September 2015
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berjalan bersama Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud (kedua kanan) setibanya di Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Kerajaan Arab Saudi, 11 September 2015 (Antara/Setpres-Editiawarman)
Jeddah - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pembangunan infrastruktur dan berbagai bidang lainnya di Indonesia membutuhkan investasi, dan menilai kalangan pengusaha Arab Saudi dapat terlibat menanamkan modalnya.
"Saudi Arabia dan Indonesia betul-betul sangat serius meningkatkan perdagangan dan investasi di bidang ekonomi," kata Presiden saat membuka pertemuan bisnis dan investasi di Jeddah, Sabtu petang waktu setempat.
Kepala Negara mengatakan Indonesia merupakan destinasi investasi yang menarik bagi kalangan investor.
"Kami ke negara-negara Teluk yang kami kunjungi pertama kali adalah Saudi Arabia, kita yakini saudara yang dekat dan kami yakini bahwa hubungan ekonomi ini benar-benar akan meningkat dalam waktu dekat," kata Presiden.
Kepala negara mengatakan saat ini Indonesia fokus pada pembangunan infrastruktur terutama di bidang perhubungan dan juga terkait pertanian.
"Perlu saya sampaikan Indonesia saat ini berkonsentarsi pada pembangunan infrastruktur baik berupa 24 pelabuhan laut, 15 airport baru, jalan tol 1.000 km, jalan antarprovinsi 2.600 km, dam ada 49, dan pembangkit listrik ada 35.000 MW dan juga kita kembangkan transportasi massal di 23 kota-kota besar, tentu anggaran belanja negara kita tidak cukupi bangun ini karena itu kita undang investor terutama dari saudara kami Saudi Arabia," kata Kepala Negara.
Presiden mengatakan dengan pendekatan antarbisnis dengan bisnis dan antarpemerintah maka diyakini kerjasama kedua negara akan terus meningkat.
Sementara itu, Ketua Kadin Suryo Bambang Sulisto, dalam sambutannya mengatakan bahwa kerjasama perdagangan kedua negara masih dapat dikembangkan.
"Hubungan perdagangan antara Indonesia dan Saudi Arabia diharapkan menjadi kuat. Nilai perdagangan kedua negara mencapai US$ 3 miliar, Saudi Arabia surplus US$ 700 juta," kata Suryo.
Ia menambahkan, "kami meyakini Insya Allah kalau komunikasi ini dilakukan selama dua minggu, dalam sebuah forum investasi dan ekonomi kami meyakini hubungan ini akan semakin baik dan meningkat." Saat menghadiri forum investasi dan bisnis tersebut, Presiden didampingi oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mendag Thomas Lembong, Menlu Retno P Marsudi dan sejumlah pejabat lainnya.
Dari kalangan pebisnis Arab Suadi hadir berbagai kalangan dan juga ketua kamar dagang Jeddah.
/PCN
Antara