Manuver PDIP jatuhkan RJ Lino

Rabu, 23 September 2015 07:32
Manuver PDIP jatuhkan RJ Lino
Dirut Pelindo II RJ Lino. ©Courtesy by Youtube


Merdeka.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP) tampaknya punya dendam kesumat oleh Dirut PT Pelindo II RJ Lino. Sejumlah manuver hukum dan politik dilakukan para politisi PDIP untuk coba menggoyang posisi RJ Lino dari orang nomor satu di Tanjung Priok, Jakarta Utara itu.

Penggeledahan Bareskrim Polri di kantor Pelindo II menjadi senjata utama PDIP untuk menyerang RJ Lino. Apalagi saat digeledah, RJ Lino langsung mengontak Menteri Bappenas Sofyan Djalil dan mengancam Presiden Joko Widodo ( Jokowi) untuk segera selesaikan kasus dugaan korupsi pengadaan 10 Crane yang sedang diusut Bareskrim itu.

Ancaman ini yang kemudian menimbulkan banyak pertanyaan. Seorang dirut BUMN berani menelepon langsung menteri dan mengancam Presiden Jokowi. Kekuatan RJ Lino makin dipertanyakan ketika usai menggeledah Pelindo II, Komjen Pol Budi Waseso langsung diganti dari Kabareskrim oleh Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

Politikus PDIP Masinton Pasaribu menjadi orang nomor satu yang kencang mengkritik RJ Lino. Tidak hanya RJ Lino, Masinton juga menyerang atasannya yakni Menteri BUMN Rini Soemarno.

"Sejarah Lino menjadi menarik untuk diketahui publik. Karena diduga kuat dia bagian dari mafia yang ada di sekitar Istana. Ada indikasi kuat dia memiliki pengaruh yang bisa menembus sampai ke Presiden," tuding Masinton.

"Mari bersama-sama menelusuri sejarah Lino. Karena dialah biang kegaduhan. Karena dia menelepon pas kantornya digeledah, merembet ada rangkaian telpon dan berujung dicopotnya Budi Waseso sebagai Kabareskrim," imbuhnya.
Lewat kekuatan politik dan hukum